6 Syarat Mununtut Ilmu
- Remaja Islam

- Sep 4, 2020
- 2 min read
Updated: Sep 5, 2020
Halaqah Thariq bin Ziyad - RMB

Quran Surat At-Taubah Ayat 122
وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
adalah ayat firman Allah kewajiban untuk menuntut Ilmu.
Ayat tersebut Menjadi acuan untuk menuntut ilmu dan kewajiban untuk mengajar,
pelajaran penting dari At-Taubah :122
- Kewajiban kita sebagai muslim kewajiban kita untuk belajar dan mengajar
- anjuran tegas kpd ummat islam agar ada sebagian ada yang mencari agama
- pentingnya mencari ilmu, dan mengamalkannya,
- pentingny memperdalam ilmu dan menshere ilmuny dengan benar
- hendaknya jihat dapat memperdalam ilmu pengetahuan dan ilmu agama
- antara jihat perang dan menuntut ilmu. Keduanya sangat penting dan keduanya saling mengisi,
Syarat menuntut Ilmu (nasihat imam Assyafi’I kalian tdk akan pernah mendapatkan ilmu kecuali 6 perkara”) :
- Kecerdasan
- Semangat
- Cita Cita yang tinggi
- Bekal
- bimbingan guru (duduk dalam bermajelis)
- Waktu yang panjang
Poin to poin
1.Kecerdasan (Dzakaa-un) = ulama membagi kecerdasan menjadi 2, bagian yang pertama adalah kecerdasan yang diberikan oleh Allah(musibatulminallah), Yang ke-2 kecerdasan yang didapat dengan usah(muksatab)
2.Semangat (Hirsun) = semangat dan perhatian yang disampaikan oleh gurunya, dan dia berupaya mengulang pelajaran yang ia telah pelajarinya,
3.Cita2 yang tinggi (ijtihaadun) = mau bahkan memaksakan diri, untuk mencari ilmu dan semangat demi agamanya.
4.Bekal (Bulghatun/dzat/bekal) = dalam menuntut ilmu tentu kita perlu bekal/modal. Bekal di sini berkaitan dengan harta yang akan dikeluarkan oleh para pencari ilmu. Zaman dahulu para ulama rela mengorbankan harta benda dalam mencari ilmu. Ada yang menjual bajunya. Bahkan Imam Malik menjual atap rumahnya yang dari kayu.
5.Bimbingan Guru (Mulazamatul ustadzi.) = wlaupun ad buku tetapi jangan menjadikan mbah google atau buku sebagai salah satunya guru, Kita tetap wajib mendatangi majelis para guru. Belajar langsung dari lisannya agar ilmu yang kita dapat memiliki dasar yang kuat dan khawatir kita salah mengartikan ilmu yang ad di buku.
6.Waktu yang Panjang (Tuuluz-zamani) dalam menuntut ilmu kita harus bersabar, karna kita harus mempunyai waktu yang banyak untuk belajar,
Next episode : Cara Menguasai Ilmu



Comments